Magelang – Program Studi Teknik Elektronika Pertahanan Akademi Militer menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Inovasi Sistem Pertahanan Berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk Menghadapi Ancaman Siber” yang berlangsung di Gedung Moch. Lily Rochli Akademi Militer, Magelang.
Seminar ini dihadiri oleh pejabat distribusi Akademi Militer, dosen, taruna dan taruni, mahasiswa perguruan tinggi, serta tamu undangan dari berbagai instansi akademik. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman peserta mengenai perkembangan teknologi pertahanan modern berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) dalam menghadapi berbagai ancaman siber yang semakin kompleks di era digital.
Acara seminar dipandu oleh Ibu Pristi Sukmasetya, S.Kom., M.Kom. selaku Master of Ceremony (MC), yang memandu seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib, lancar, dan interaktif. Sebelum pelaksanaan seminar, Kepala Program Studi Teknik Elektronika Pertahanan Akademi Militer, Kolonel Cke Dorado Sembiring, S.T., M.T., menyampaikan laporan kesiapan penyelenggaraan kegiatan.

Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Teknik Elektronika Pertahanan untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan, khususnya pada bidang Artificial Intelligence of Things (AIoT) dan keamanan siber. Seminar ini diikuti oleh 96 taruna Akademi Militer serta 90 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di samping dosen, pejabat distribusi Akademi Militer, dan tamu undangan lainnya. Beliau juga melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara optimal oleh panitia sehingga seminar dapat terselenggara dengan baik sebagai sarana peningkatan wawasan akademik, pengembangan inovasi teknologi pertahanan, serta penguatan kolaborasi antara Akademi Militer dan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi di era digital.

Pada kesempatan tersebut, hadir Prof. Ir. Yun Arifatul Fatimah, S.T., M.T., Ph.D., IPU. sebagai Keynote Speaker. Dalam paparannya, beliau menyampaikan berbagai perkembangan terkini terkait transformasi digital, keamanan siber, serta pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia dan inovasi teknologi dalam menghadapi tantangan era digital. Beliau menekankan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan, dunia penelitian, industri, dan sektor pertahanan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem keamanan siber yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Kegiatan seminar secara resmi dibuka oleh Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar. Dalam sambutannya, Gubernur Akademi Militer menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi global telah membawa perubahan signifikan terhadap pola ancaman pertahanan negara. Ancaman tidak lagi hanya bersifat konvensional, tetapi juga berkembang pada dimensi siber yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan nasional. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi pertahanan yang modern, adaptif, dan terintegrasi guna mendukung terwujudnya sistem pertahanan negara yang kuat, tangguh, dan berdaya saing.

Lebih lanjut, Gubernur Akademi Militer menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektivitas sistem pertahanan melalui kemampuan pengumpulan data, analisis informasi, deteksi dini, hingga pengambilan keputusan secara lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, pengembangan teknologi AIoT diharapkan mampu mendukung kesiapan bangsa dalam menghadapi tantangan keamanan masa depan.

Pada seminar tersebut hadir sebagai narasumber yaitu Wibawanto Nugroho Widodo, S.E., M.A., M.A., War College Dip., M.P.P., Ph.D. Wakil Ketua Bidang HANKAM IKAL Strategic Center yang membawakan materi mengenai strategi pengembangan sistem pertahanan berbasis AIoT untuk memperkuat keamanan nasional dan meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman siber.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa integrasi teknologi Artificial Intelligence dan Internet of Things dalam sistem pertahanan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, komunikasi, deteksi dini, serta pengamanan data strategis pertahanan negara.
Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kemampuan pertahanan yang responsif, efektif, dan unggul menghadapi ancaman modern di masa depan. Selain sesi pemaparan materi, seminar juga diisi dengan diskusi interaktif mengenai implementasi AIoT pada sistem pertahanan modern, penguatan cyber defense, autonomous system, serta pengembangan teknologi pertahanan nasional berbasis inovasi digital.
Melalui kegiatan seminar ini, Program Studi Teknik Elektronika Pertahanan Akademi Militer diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi dan penelitian di bidang teknologi pertahanan yang aplikatif serta mencetak sumber daya manusia TNI yang profesional, modern, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.